Saturday, April 19, 2014
Breaking News

Terhipnotis, Kades Sumberagung Rusak Wajahnya Sendiri

Kepala Desa Sumberagung, Sukardi.

Kepala Desa Sumberagung, Sukardi.

PANCUR, MataAirRadio.net - Seorang kepala desa di Kecamatan Pancur merusak wajahnya sendiri dengan pecahan botol kaca dan silet setelah berada dalam pengaruh hipnotis yang dilancarkan lewat telepon seluler oleh seseorang yang mengatasnamakan Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun reporter MataAir Radio, Rabu (20/3) pagi, kejadian itu menimpa Kepala Desa Sumberagung Sukardi pada Senin malam 18 Maret kemarin. Seseorang yang mengaku Hamzah Fatoni itu memintanya untuk melakukan ritual menjadi babi hutan sebagai sarana untuk menjaga Kabupaten Rembang dan keselamatan Bupati Mochammad Salim.

Sukardi menuturkan, sehari sebelum peristiwa malam itu, ia didatangi oleh temannya sesama kepala desa di Kecamatan Pancur bernama Karyadi. Karyadi mengabarkan bahwa dirinya baru saja ditelepon seseorang yang mengaku Sekda Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni dan meminta Sukardi untuk menjadi babi hutan dalam sebuah ritual.

Namun, ritual itu mensyaratkan sejumlah peralatan berupa 12 botol bekas tempat kecap atau saus yang belum dicuci, dua batang paku, enam silet, satu gunting, dua senter, dan arang kayu. Peralatan tersebut pun disiapkan begitu saja oleh Sukardi dibantu Karyadi dan seorang warga desa setempat bernama Sutikno. Apalagi Sukardi mengaku pernah bermimpi diminta mengobati Bupati Salim ketika sakit.

Hingga akhirnya pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB pada 18 Maret itu, seseorang yang mengaku sebagai Hamzah Fatoni kembali menelepon Karyadi dan Sukardi untuk segera memulai ritual. Dipilihlah lokasi sekitar perempatan Ngaglik, tak jauh dari Desa Sumberagung.

Di bawah kendali suara dari penlepon, ritual pun dimulai dengan meminta Sukardi melepas celana panjang yang dikenakan dan dilanjutkan dengan memasukkan kertas bertuliskan nama Sukardi dan Mochammad Salim ke dalam botol.

Kemudian, si penelepon meminta Sukardi untuk memecahkan botol-botol itu lalu menggoreskan wajahnya pada serakan pecahannya. Tak hanya itu, penelepon juga meminta Sukardi melukai wajahnya sendiri dengan silet.

Saat serangkaian ritual itu dilakukan, suara penelepon hanya bisa didengarkan oleh Karyadi, sementara Sukardi mendapatkan perintah dari Karyadi yang meneruskan pesan suara dari seseorang yang mengaku Hamzah Fatoni. Penelepon pun mengaku sedang dalam perjalanan menuju lokasi ritual dan mengaku pula sedang bersama Bupati Mochammad Salim.

Sukardi maupun Karyadi baru tersadar dari pengaruh hipnotis setelah suara di telepon mati, sementara penelepon yang mengaku segera sampai lokasi, ternyata tidak kunjung tiba. Merasa telah tertipu, mereka pun datang ke kediaman Bupati di Kelurahan Magersari Kecamatan Rembang pada Selasa (19/3) dini hari untuk mengonfirmasi, namun upaya itu gagal karena Bupati tengah beristirahat di rumah.

Rabu (20/3) pagi, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni menyatakan bahwa apa yang menimpa Kades Sumberagung tidak ada kaitan dengan dirinya karena dia tak pernah melakukannya. Hamzah pun menyayangkan sikap yang bersangkutan, yang tidak meminta klarifikasi kepadanya secara langsung. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>