Thursday, April 24, 2014
Breaking News

Aktivis PMII Tuntut Penuntasan Kasus RBSJ

Aktivis PMII menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi penyertaan modal PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang merugikan negara Rp4,1 miliar. (Foto:Puji)

Aktivis PMII menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi penyertaan modal PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang merugikan negara Rp4,1 miliar. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net - Belasan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Rembang melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Pasar Rembang, Selasa (28/5) pagi. Mereka menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi penyertaan modal PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang merugikan negara Rp4,1 miliar.

Meski hanya diikuti belasan orang, aksi unjuk rasa tetap mendapatkan pengamanan ketat aparat kepolisian. Unjuk rasa yang diwarnai aksi melukis wajah koruptor sebagai pemakan darah rakyat oleh seorang seniman asal Sluke Abdul Chamim itu pun menarik perhatian para pengguna jalan dan para pengunjung Pasar Kota Rembang.

Sebagian dari mereka yang berada di kawasan Bundaran Pasar tampak pula membubuhkan tanda tangan di bentangan kain putih yang telah disiapkan peserta aksi. Tanda tangan itu sebagai bukti dukungan masyarakat kepada aparat penegak hukum dalam penuntasan kasus yang menyeret Bupati Rembang Mochammad Salim dan mantan Direktur PT RBSJ Siswadi sebagai tersangka.

Ketua PMII Cabang Rembang Ahmad Widad dalam orasinya menilai bahwa penegakan hukum di negeri ini tumpul ke atas namun runcing ke bawah. Buktinya kasus dugaan korupsi PT RBSJ sudah tiga tahun ini bergulir, namun penanganannya masih saja belum tuntas.

Widad pun lantas membandingkan kualitas penegakan hukum terhadap koruptor dengan terhadap seorang maling ayam. Mestinya, kasus dugaan korupsi penyertaan modal PT RBSJ bisa diselesaikan cepat jika aparat penegak hukum mau melakukannya.

Dalam orasinya pula, PMII meminta aparat penegak hukum tidak melakukan tebang pilih dalam penanganan sebuah kasus dugaan korupsi. Ia menyatakan, rakyat menanti keadilan dan membutuhkan ketegasan aparat dalam menyelesaikan kasus RBSJ.

Widad pun kemudian menyebutkan, jika kerugian negara sebesar Rp4,1 miliar digunakan untuk pembangunan di Kabupaten Rembang, maka hasilnya sudah akan terlihat nyata dan bisa dinikmati masyarakat.

Ia menegaskan, koruptor adalah musuh bersama. Menurutnya, rakyat Rembang harus bersatu mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan tidak adanya APBD yang bocor dan masuk ke kantong pribadi penguasa.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan korupsi penyertaan modal PT RBSJ sudah bergulir sejak 2010 ditandai dengan penetapan Bupati Rembang Mochammad Salim dan mantan Direktur PT RBSJ Siswadi sebagai tersangka pada bulan Mei, tiga tahun lalu.

Namun sejak saat itu, penanganan kasus tersebut seperti tersendat-sendat bahkan beberapa kali disebut mangkrak. Padahal, BPK Republik Indonesia sudah menyatakan ada kerugian negara sebesar Rp4,1 miliar dalam penyertaan modal ke PT RBSJ yang sebesar Rpp35 miliar. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>