Thursday, July 24, 2014
Breaking News

Warga Tasikagung Digegerkan Penemuan Jenglot

Risipan (55) ketika berbincang dengan Kepala Desa Tasikagung, Supolo (kanan) perihal penemuan benda yang diduga jenglot. (Foto:Puji)

Rasipan (55) ketika berbincang dengan Kepala Desa Tasikagung, Supolo (kanan) perihal penemuan benda yang diduga jenglot. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net - Warga Desa Tasikagung Kecamatan Rembang digegerkan oleh penemuan kotak berisi benda diduga jenglot, Senin (15/4) sore kemarin sekitar pukul 16.30 WIB. Kotak tersebut ditemukan oleh seorang warga di sebelah timur gundukan tanah di dekat bakal SPDN anyar, kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung.

Rosipan (55), warga RT 1 RW 2 Desa Tasikagung yang merupakan petugas kebersihan jetty kepada reporter MataAir Radio menuturkan, awalnya warga mengira kotak temuan tersebut berisi uang. Namun setelah dibuka ternyata berisi benda yang diduga jenglot dengan warna mata merah menyala.

Rosipan mengaku, dirinya melihat langsung benda diduga jenglot tersebut sebelum kemudian diserahkan ke Pos TNI Angkatan Laut Rembang setempat untuk diamankan.

Kepala Desa Tasikagung Supolo yang menerima laporan penemuan benda diduga jenglot mengaku langsung meminta warga agar tidak mengamankan temuan tersebut di rumah.

Menurutnya, dari informasi yang berkembang di masyarakat, keberadaan jenglot cukup membahayakan tetangga di kanan kiri karena konon benda yang juga kerap disebut sebagai batara karang itu bisa menghisap darah.

Supolo pun menduga, barang tersebut sengaja dibuang oleh pemiliknya karena sudah tidak sanggup lagi memeliharanya. Atau jika tidak, benda tersebut memang terbawa dalam tanah uruk yang digunakan untuk mereklamasi kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung.

Sementara itu, Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Letda Laut Hartono saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu tentang penemuan benda diduga jenglot tersebut.

Memang berkembang informasi benda tersebut diamankan oleh salah seorang petugasnya namun bukan atas nama kesatuan. Pihaknya pun berharap agar masyarakat tidak terjebak pada pembicaraan serius terkait penemuan berbau mistis seperti itu. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>