Wednesday, September 3, 2014
Berita Terbaru
Home > Headline > Koarmatim Rekomendasikan Pembersihan Dua Zona Dari Ranjau

Koarmatim Rekomendasikan Pembersihan Dua Zona Dari Ranjau


KOTA - Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) merekomendasikan pembersihan dua zona di sekitar lokasi pelabuhan umum nasional di Sendangmulyo, Sluke dari ranjau dasar magnetik berbahaya peninggalan Jepang dan Sekutu pada sekitaran 1942.

Komandan Satuan Kapal Ranjau Komando Armada RI Kawasan Timur (Satran Koarmatim) Kolonel Laut (P), Benny Sukandari, ditemui sesaat sebelum pemaparan rekomendasi itu ke Bupati Rembang Mochammad Salim, Rabu (2/5), menyebutkan dua zona itu memiliki luas hingga 220,046 hektare.

“Kalau memang pelabuhan di Sluke ini diproyeksikan untuk menjadi pelabuhan besar, maka pembersihan dua zona itu dari ranjau diperlukan. Alasannya, jika dua zona itu sudah steril, maka akan bisa dimanfaatkan untuk tempat bongkar muat muatan atau untuk persandaran kapal-kapal yang mengantre bongkar,” kata dia.

Benny Sukandari yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Rembang, Suyono menjelaskan, keberadaan tempat bongkar muat muatan kapal dan persandaran kapal yang hendak mengantre bongkar, bakal mendatangkan banyak rupiah ketika pelabuhan sudah beroperasi.

“Kapal-kapal yang sedang bongkar muat ataupun yang sedang mengantre tentu membayar ‘pas’. Ini keuntungannya,” tandas dia yang juga pernah memimpin peledakan ranjau di kawasan bakal pelabuhan umum nasional pada 2010 silam.

Sebelumnya pada 2010, lanjut Benny, Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) telah melakukan peledakan 31 ranjau di wilayah perairan yang kini sebagian telah menjadi areal pelabuhan umum nasional.

“Dulu (2010) areal perairan yang kita sterilkan dari ranjau mencapai tiga mil atau seluas 183 hektare. Areal bebas ranjau di kawasan pelabuhan umum nasional Sluke itu juga telah masuk di peta laut baru yang diterbitkan oleh Hidros,” ujar dia.

Benny pun mengatakan, karena masih sebatas merekomendasikan kepada Pemkab Rembang, pihaknya mengaku belum bisa memastikan jumlah ranjau yang harus diledakkan.

“Kami belum bisa memastikan atau mengidentifikasi. Baru sebatas memperkirakan. Dari data-data yang ada, perkiraan ada beberapa ranjau dasar magnetik di kedalaman 3-30 meter yang masih aktif. Jika dipicu maka akan meledak sehingga berbahaya,” jelasnya.

Komandan Satran Koarmatim ini menyebutkan untuk membersihkan dua zona yang masing-masing memiliki luas 127,71 hektare dan 92,75 hektare dari ranjau, hanya diperlukan satu kapal penyapu ranjau.

“Dengan satu kapal penyapu ranjau, waktu pembersihannya hingga 36 hari,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Rembang, Suyono menambahkan, kedatangan Komandan Satuan Kapal Ranjau Komando Armada RI Kawasan Timur (Satran Koarmatim) itu atas permintaan Bupati Rembang seiring rencana pengembangan pelabuhan yang sempat diwacanakan bernama Tanjung Bonang.

“Spesifiknya memang terkait ranjau yang perlu dibersihkan sebagai upaya pengembangan pelabuhan. Pemkab Rembang tentu perlu mempelajarinya terlebih dahulu,” katanya. (Puji)

6 comments

  1. bisa jadi ini ranjau antik termahal di dunia. ayo siapa mau koleksi dengan dibuka harga 6M. weleh-weleh korupsi kok ueenak sekali. memange kalo udah libatkan jendral TNI AL tidak bisa jadi kasus korupsi! mbok yang wajar aja biar tidak masuk penjara.

  2. demi bisa pada korupsi, APBD pun banyak dibuang untuk hal-hal yang sia-sia. kalo memang ada ranjau kan sudah banyak yang mati kena ranjau itu kapal yang lewat sana. dasar pejabat pikun tahunya korupsi. hari gini kok mimpi bisa menipu rakyat dengan cara seperti ini. takyat tidak bodoh euy… buang laut aja sana para koruptor rembang!

  3. DI tengah-tengah kemiskinan dan penderitaan rakyat masikah para pejabat dan wakil rakyat menghambur-hamburkan uang APBD seperti ini. STOP KORUPSI APBD REMBANG. NKRI HARGA MATI!!!!

  4. Beginilah nasib warga Rembang, dipimpin bupati dr kalangan pebisnis. Akhirnya, aset apapun yg ada di kabupaten ini dibisniskan semua…

  5. dor 2M. kini mau ditambah lagi dooor door door 6M…. kalo untuk nanggap burung bethet yang bisa ngomong dan nyanyi aja cukup 10.000 rupiah. bener-bener sik ayik korupsinya bupati yang satu ini.

  6. kasihan, dua pihak antara pemkab rembang dan koarmatim ini ibarat wong budheg ketemu wong picek. yang satu bilang banyak ranjau karena mendengar (si budheg) dan yang satunya bilang banyak ranjau karena melihat (si picek). tapi dua-duanya tidak pernah menunjukan ke masyarakat apa bukti dan ukurannya. seperti membual tapi biayanya mencekik dan mengambil hak-hak rakyat yang semstinya bisa digunakan untuk kesejahteraan mereka, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, menambah modal usaha dan membangun sarana prasarana mereka. 2M lebih+6M=8M lebih hanya untuk bikin tontonan sekejab sakbledosan.

    dengan mudah membodohi dan menjadikan rakyat rembang korban penjarahan APBD oleh koruptor. namun sekaligus mendapatkan tontonan yang lucu dan menggelikan akibat hasrat korupsi yang besar yang tidak bisa dikendalikan. akhirnya mereka memainkan adegan yang sungguh lucu sekaligus memprihatinkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*