Thursday, April 24, 2014
Breaking News

Kerap Berselisih Dengan Istri, Ramijan Bunuh Diri

Ramijan gantung diri di pohon mangga milik Kasim, Ahad (7/10). (Foto: Pujianto)

SUMBER, mataairradio.net – Suasana persawahan Omben Celeng, sebelah barat Embung Grawan di Kecamatan Sumber, tiba-tiba gempar, Ahad (7/10) pagi.

Seorang pria yang kemudian diketahui bernama Ramijan (35) ditemukan sudah tak bernyawa menggantung di pohon mangga di areal sawah milik Kasim, warga Desa Grawan, sekitar pukul 06.30 WIB.

Ramijan yang seorang bapak dengan satu anak masih duduk di bangku sekolah dasar itu, diduga bunuh diri dengan mengikatkan lehernya pada seutas tali plastik warna merah sepanjang 75 centimeter pada salah satu cabang pohon mangga.

Penemuan bermula ketika Jafar (40), warga RT 8 RW 2 desa setempat, hendak mengecer pupuk kandang di sawahnya pagi itu. Baru sampai di sawahnya, Jafar melihat seorang berbaju kotak-kotak warna biru hitam tergantung di pohon mangga tak jauh dari sawahnya.

Buru-buru, ia mengabarkan yang dilihatnya itu ke warga Dusun Jatirejo Desa Grawan, 500 meter dari sawahnya. “Saya tak berani mendekat. Saya langsung mengabarkan apa yang saya lihat itu ke warga Dusun Jatirejo. Dan ternyata yang bunuh diri itu Ramijan,” kata Jafar.

Mendengar ada warga Jatirejo yang ditemukan bunuh diri, sejumlah petani yang sedang berancang-ancang mengolah lahan di sekitarnya, segera mendatangi ke lokasi kejadian.

Sebentar lalu, warga dari perkampungan di Dusun Jatirejo, Bodeh, dan Grawan juga berdatangan ke lokasi yang tak jauh dari Embung Grawan itu.

Aparat dari Polsek Sumber yang datang beberapa saat kemudian, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Demikian juga tim medis dari Puskesmas Sumber langsung memeriksa tubuh Ramijan yang masih menggantung.

“Dari lidahnya yang menjulur, tali bersimpul hidup, dan keluar air mani dari kemaluannya, kami bersama polisi menyimpulkan, (Ramijan) murni bunuh diri,” ungkap Kepala Puskesmas Sumber, dokter Jopo Erwanto.

Sementara itu, menurut keterangan sejumlah tetangga, Ramijan merupakan sosok pekerja keras dan ulet, meski masih seorang miskin.

“Mungkin ada persoalan keluarga hingga akhirnya Ramijan nekat bunuh diri. Memang kerap terjadi perselisihan dengan istrinya,” terang Karsani, salah seorang tetangga Ramijan.

Setelah dinyatakan murni bunuh diri, mayat Ramijan diturunkan warga disaksikan polisi dan selanjutnya dibawa ke rumah duka, wilayah RT 12 RW 3 Dusun Jatirejo, kemudian dimakamkan. (Pujianto)

One comment

  1. Kurang Gawean.. Uripa Ae Iseh Penak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>