Tuesday, July 29, 2014
Breaking News

Kemarau, Embung Lodan Kehilangan 50 Meter Kubik Sehari

Debit berkurang : Kondisi terkini embung Lodan, Sarang Kabupaten Rembang yang debit airnya selalu berkurang tiap hari karena penguapan akbiat kemarau panjang, Kamis (6/10). (Foto : Ilyas al-Musthofa)

SARANG, Suararembang.net – Selama berlangsungnya musim kemarau panjang di wilayah Kabupaten Rembang, embung Lodan kehilangan 50 meter kubik air dalam sehari. Hal itu disebabkan hanya karena faktor penguapan yang begitu tinggi dan belum termasuk penggunaan oleh PDAM (Perusahaan Air Minum Daerah) untuk dua wilayah kecamatan, yakni Sarang dan Sedan.
Menurut petuga Embung Lodan, Nur Hafidz, Kamis (6/10), saat ini debit air hanya tersisa sekitar 1.527.090 meter kubik atau menyusut sekitar 500.000 meter kubik dari bulan sebelumnya yang debitnya masih mencapai 2.027.090 meter kubik.
“Debit air saat ini tinggal sekita 1,5 juta kubik. Selain untuk PDAM paling banyak berkurang karena penguapan akibat sengatan terik matahari,” terangnya kepada Suararembang.net.
Hafidz menyatakan, sementara ini air embung tidak dialokasikan untuk keperluan irigasi. Hal itu dikarenakan musim tanam di wilayah yang biasanya tersaluri air dari embung kurang menentu dan tidak sama, sehingga menyulitkan pasokan serta dianggap akan menyedot kapasitas air secara berlebihan.
“Untuk keperluan irigasi emapat desa, yakni Lodan Wetan, Ngelojo, Jambangan dan Plang memang sementara kita hentikan. Karena situasinya memang sedang tidak memungkinkan. Apalagi kemarau panjang membuat debit air banyak berkurang. Saat ini kita hanya konsentrasi untuk keperluan PDAM di dua kecamatan,” jelasnya.
Operator PDAM embung Lodan, Imron Rosyadi, membenarkan bahwa penggunaan air dari embung sementara hanya dialokasikan untuk keperluan air baku. Hal itu sangat dipengaruhi karena kemarau panjang yang masih terjadi. Apalagi kebutuhan untuk air baku dari PDAM cukup tinggi, yakni 40 liter per detik.
“Kebutuhan air baku melalui PDAM untuk dua kecamatan tergolong tinggi, 40 liter per detik. Tentu kita juga berpikir jangan sampai distribusi air PDAM tersendat karena musim kemarau,” paparnya.
Pihak PDAM, sebagaimana informasi yang ia terima, juga akan merencanakan penambahan area di wilayah Kragan yang direncanakan mulai beroperasi tahun depan.
“Yang saya tahu, tahun depan ada penambahan area distribusi air PDAM untuk wilayah Kragan. Mudah-mudahan saja kemarau panjang tidak menjadi penghambat,” pangkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>