Wednesday, September 17, 2014
Berita Terbaru
Home > Ekonomi Bisnis > Diprotes, Enam Paket Bantuan Basket Ikan Diserahkan Ke KUD

Diprotes, Enam Paket Bantuan Basket Ikan Diserahkan Ke KUD

Usaha jasa penyewaan basket ikan di kawasan TPI Tasikagung, Kecamatan Rembang. (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Sejumlah penyedia jasa penyewaan basket ikan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung memprotes gelontoran enam paket bantuan keranjang tempat ikan.

Alasannya, bantuan tersebut diterimakan kepada pihak yang tidak tepat. Penerima enam paket bantuan basket itu, menurut mereka, bukanlah nelayan atau karoh (seorang yang bertugas memapak kedatangan kapal dan mengurus kebutuhan kapal labuh, seperti keranjang ikan, red.).

“Mestinya nelayan atau karoh yang menerimanya. Sementara untuk bantuan yang enam paket itu tidak (golongan) itu. Kami pun protes,” kata salah seorang penyedia jasa penyewaan basket tempat ikan di kawasan TPI Tasikagung, Sugeng Sarwono, Selasa (2/10).

Apalagi, lanjut Sugeng, bantuan basket tempat ikan tersebut digunakan untuk operasional pada TPI Tasikagung di siang hari.

“Kalau bantuan tersebut tidak diambil kebijakan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, bakal mengancam kelangsungan usaha kami-kami,” kata dia yang menyebut ada delapan penyedia jasa penyewaan basket tempat ikan di kawasan setempat.

Saat ini, kata dia, tangkapan ikan cenderung sepi dan penghasilan dari menyewakan basket tempat ikan semakin tidak memberikan banyak hasil.

“Misalnya hari ini (2/10) saja, sampai pukul 11.30 WIB, kami baru mendapatkan Rp15.000. Kalau jumlah ‘pemain’ tambah, bisa-bisa mati usaha kami ini,” kata dia yang mengaku memiliki sekitar 1.000 keranjang.

Namun, meski memprotes gelontoran enam paket bantuan basket tempat ikan yang dioperasionalkan pada TPI Tasikagung di siang hari, namun ia dan penyedia jasa penyewaan basket tempat ikan lainnya, tidak menyoal delapan paket bantuan serupa.

“Sebab, yang delapan paket bantuan basket tempat ikan itu, sesuai penerimanya dan dioperasionalkan pada TPI Tasikagung di malam hari,” kata dia.

Dikonfirmasi mengenai protes tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Suparman mengaku sudah bertemu dengan para penyedia jasa penyewaan bakset tempat ikan tersebut.

“Bantuan paket basket tempat ikan tersebut ketentuannya untuk nelayan, pengolah, dan pelaku pemasaran ikan. Namun, dengan bantuan itu ternyata ada yang mengkhawatirkan keberlangsungan usaha penyewaan bakset di situ (TPI Tasikagung, red.). Kami sudah bertemu dengan mereka (pihak pemrotes, red.),” katanya.

Suparman menyatakan, dinas (Dinas Kelautan dan Perikanan, red.) tidak bisa menarik kembali bantuan tersebut, sebagaimana tuntutan para penyedia jasa penyewaan basket tempat ikan pada TPI Tasikagung di siang hari itu.

“Bantuan harus tetap didistribusikan. Adapun (enam paket bantuan basket tempat ikan) yang dikomplain, kesepakatannya sudah diteken, yakni diserahkan untuk dikelola KUD Saroyo Mino sekarang,” katanya.

Untuk diketahui, bantuan tersebut merupakan bagian dari program untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan, sejak dari kapal hingga ke pengolahan.

Satu paket bantuan tersebut berisi sebanyak 255 buah basket atau keranjang tempat ikan. Rembang menerima 16 paket bantuan basket tempat ikan pada 2012 ini.

Selain 14 paket yang diterimakan untuk kawasan TPI Tasikagung, paket bantuan serupa juga diterimakan untuk kawasan TPI Tanjungsari Kecamatan Rembang. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>