Thursday, April 17, 2014
Breaking News

Warga Syiah Sampang Ingin Konstitusi Ditegakkan

Warga Syiah Sampang bersepeda ketikasampai di Jalur Pantura Rembang. Mereka Ingin konstitusi ditegakkan. (Fptp:Afta)

Warga Syiah Sampang bersepeda ketika sampai di Jalur Pantura Rembang. Mereka Ingin konstitusi ditegakkan. (Foto:Afta)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sejumlah aktivis dari Aliansi Kebebasan Beragama mendesak Pemerintah agar menegakkan konstitusi terkait tragedi pengusiran warga Syiah Sampang, Jawa Timur.

Menurut sejumlah aktivis ini, warga Syiah Sampang membutuhkan perlindungan, keamanan, kedamaian, ketenteraman, dan kesejahteraan yang sama sebagai sesama warga negara Indonesia.

Muhammad Muadz, salah seorang aktivis yang mendampingi aksi warga Syiah bersepeda dari Surabaya menuju Jakarta ini menilai, negara perlu melindungi keberagaman.

Ia mencontohkan, meskipun nyaris tidak ada kendala sepanjang perjalanan dari Surabaya menuju Rembang, namun di beberapa tempat mereka masih menjumpai sikap antikeberagaman.

Aliansi Kebebasan Beragama terdiri atas perwakilan dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Jaringan Sosial Kemanusiaan (JSK), dan sejumlah relawan lain.

Muhammad Muadz yang merupakan aktivis Kontras juga menilai Pemerintah seperti tidak peduli dengan tragedi warga Syiah di Sampang. Menurutnya, Pemerintah memang sudah sering berkunjung ke tempat pengungsian, namun hanya sekadar formalitas.

Muadz menegaskan, nyaris tidak ada tindakan nyata yang dilakukan Pemerintah terhadap para korban. Jangankan memulangkan mereka ke kampung halaman, spanduk atau pamflet berisi imbauan untuk menghargai perbedaan saja tidak pernah ada terpasang.

Penegakan hukum pada tragedi Syiah Sampang dinilainya pula sangat lemah. Para pelaku pembakaran rumah warga Syiah Sampan hanya divonis penjara delapan hingga 12 bulan. Bahkan ada seseorang yang diduga kuat menjadi provokator masih dibiarkan bebas.

Tragedi pengusiran warga Syiah Sampang, Jawa Timur dari kampung halamannya di Desa Bluuran Kecamatan Omben dan Desa Karang Gayam, Kecamatan Karang Penang terjadi pada 26 Agustus 2012. Puluhan rumah dibakar, ternak dicuri, lahan pertanian dirusak, dan kebebasan mereka pun dibatasi. (Afta Ahmad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>