Friday, July 25, 2014
Breaking News

Soal “Bukit Cinta” Embung Lodan, Warga Inginkan Ketegasan

Sepasang pemuda-pemudi sedang berbagi kasih di Embung Lodan

Sepasang muda-mudi sedang berduaan di Embung Lodan

SARANG – MataAirRadio.net, Warga Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang, mengharapkan ada ketegasan dari pihak terkait, soal banyaknya oknum remaja yang menggunakan bukit embung Lodan sebagai lokasi kencan. Pasalnya, banyak pihak menduga, sepinya lokasi bukit embung Lodan cukup potensial disalahgunakan oleh sejumlah remaja tersebut untuk berbuat tidak semestinya.

Nur Hafidz, seorang tokoh masyarakat setempat, kepada reporter MataAir Radio, Selasa (8/1) pagi mengungkapkan, sebenarnya warga merasa risih dan jengah dengan anggapan banyak orang, bahwa bukit embung sering digunakan sebagai lokasi kencan atau pacaran.

Hafidz berpandangan, status embung Lodan yang masih dalam tangan pengembang dan belum diserahkan pengelolaan sepenuhnya kepada desa, juga membuat pemerintah desa setempat serba salah. Kondisi itu, menurutnya membuat desa tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan kontrol atau pencegahan atas segala yang terjadi di sekitar embung.

Ia menegaskan, harus ada tindakan nyata dari pihak berwenang, semisal Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP), untuk melakukan pengawasan ketat terkait indikasi yang menyebut, bukit embung sering disalahgunakan sebagai lokasi kencan.

Ia berkeyakinan mayoritas warga di Desa Lodan Wetan, memiliki pandangan sama dengan dirinya. Yakni, warga tidak senang bukit embung disalah-gunakan sebagai lokasi kencan.

Sementara itu, Kepala Desa Lodan Wetan, Ali Imron menyatakan, pihaknya cukup prihatin dengan banyaknya oknum remaja yang berpacaran di bukit embung. Apalagi, sudah sering tersiar kabar, gaya pacaran mereka hingga kelewat batas.

Ali mengaku siap menindak lanjuti dengan melakukan penertiban, jika memang ada laporan resmi yang masuk terkait dengan kondisi itu. Tentu saja, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh desa.

Namun begitu, ia menyebut, semestinya pihak kepolisian atau Satpol PP yang melakuka tindakan penertiban. Dengan begitu, semua orang yang sering menyalahgunakan bukit embung, bisa jera dan tidak mengulangi lagi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun reporter Mataair Radio, setip hari bisa dipastikan ada sejumlah pasangan yang berkunjung ke embung. Namun, bukan panorama embung yang mereka nikmati, melainkan mencari lokasi sepi di bukit sebelah barat dan timur embung untuk berduan. Padahal, sepinya bukit bisa saja menimbulkan potensi kejahatan bagi mereka yang sedang berkencan. (Ilyas Almustofa)

One comment

  1. ha iyo. lha wong kencan wae podo cerewet, pancen dasar podo kakean cangkem. ora ono rakyat menderita mergo embunge dienggo kencan. malah yen rame iso podo dodolan podo entuk penghasilan. dasar cangkem ombo komentare podo ora mutu tur mambu sampah. lha yen podo kurang gawean gruduk omahe lan jarah bondone kriptor iku luwih becik tinimbang nguber-nguber wong pacaran..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>