Friday, April 25, 2014
Breaking News

Sisdiknas Butuh Pertimbangan Realitas Kependidikan Berbasis Komunitas

Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net - Pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang Kyai Haji Yahya Cholil Staquf berpendapat bahwa sistem pendidikan nasional (sisdiknas) perlu dibangun dengan memasukkan pertimbangan realitas kependidikan yang berbasis komunitas, misalnya pesantren.

Ulama yang akrab disapa Gus Yahya ini kepada reporter MataAir Radio, Senin (6/5) sore berharap, pemerintah tidak berambisi membawa seluruh kegiatan pendidikan ke sekolah. Sebab menurutnya, sekolah bukan satu-satunya tempat mendidik anak.

Ia menyebutkan, fenomena yang terjadi saat ini adalah anak-anak yang sudah pulang ke rumah, masih dituntut memikirkan sekolah. Para orang tua juga meminta anaknya selalu mementingkan sekolah dari urusan lainnya. Pemerintah, menurut Gus Yahya, perlu segera merubah cara berpikirnya, agar dunia pendidikan bisa berkembang lebih baik.

Arah sistem pendidikan nasional saat ini memang dinilai tidak jelas oleh banyak kalangan. DPR juga tengah mengkaji sistem pendidikan nasional yang melahirkan kebijakan pro dan kontra, seperti kebijakan kurikulum baru.

Di Rembang, pelaksanaan kurikulum baru masih dalam perkiraan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Dandung Dwi Sucahyo mengatakan, kurikulum baru dilakukan secara bertahap.

Ia menyebutkan, kurikulum baru untuk jenjang SD masih akan terbatas diterapkan di Kelas I dan Kelas IV, tingkat SMP sederajat diterapkan di Kelas VII, dan tingkat SMA Sederajat baru akan diterapkan pada Kelas X.

Dandung tidak memungkiri, penerapan kurikulum baru secara bertahap di setiap jenjang pendidikan bisa menimbulkan masalah. Namun hal ini masih lebih baik apabila melihat kesiapan sekolah masing-masing.

Sebagaimana diberitakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menggelar konvensi nasional pada September 2013 guna mencari titik temu menyangkut berbagai pandangan mengenai UU Sisdiknas. Konvensi ini akan mengundang berbagai pihak yang memiliki perhatian di dunia pendidikan, termasuk kalangan pesantren. (Afta Ahmad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>