Friday, April 25, 2014
Breaking News

Ratu Hemas: “Kartini” Modern Masih Ogah Berpolitik

Diskusi nasional bertajuk "Aktualisasi Semangat Kartini untuk Perlindungan Anak dan Perempuan" yang digelar di Pendapa Museum Kartini Rembang. (Foto:Puji)

Diskusi nasional bertajuk “Aktualisasi Semangat Kartini untuk Perlindungan Anak dan Perempuan” yang digelar di Pendapa Museum Kartini Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net- Kesempatan “Kartini” di masa sekarang untuk terjun ke dunia politik sudah sangat terbuka, namun kenyataannya masih banyak yang enggan melakukannya. Kesadaran perempuan untuk berpolitik masih perlu dorongan yang kuat dari berbagai pihak.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas pada forum diskusi nasional bertajuk “Aktualisasi Semangat Kartini untuk Perlindungan Anak dan Perempuan” yang digelar di Pendapa Museum Kartini Rembang, Sabtu (20/4) pagi.

Permaisuri dari Sri Sultan Hamengkubuwana X ini mengatakan, masih muncul anggapan di tengah sebagian masyarakat bahwa dunia politik bukan ranah perempuan. Anggapan itu pun, menurutnya, lantas membuat angka minimal keterwakilan perempuan yang 30 persen di legislatif menjadi masih jauh dari capaian.

Perempuan yang dilahirkan dengan nama Tatiek Dradjad Supriastuti itu menyebutkan, rata-rata keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota masih di bawah lima persen. Padahal, Hemas menandaskan, perempuan paling dekat dengan masalah kemiskinan sehingga “Kartini” masa kini perlu turut mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Hemas yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Kartini ini menambahkan, perempuan yang duduk di tingkat legislatif juga perlu turut pula aktif dalam sebuah pembahasan anggaran.

Anggaran untuk perempuan yang berkutat pada masalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, menurutnya perlu diperhatikan karena “Kartini” masa kini merupakan penggerak ekonomi di ranah akar rumput atau “grass root”.

Hemas yang juga pernah duduk sebagai Anggota MPR RI itu berharap agar para perempuan tidak sekadar duduk di DPR, tetapi membantu juga para laki-laki dalam mengawal amanat reformasi yang sejauh ini belum menghasilkan apa-apa.

Untuk diketahui, diskusi nasional tersebut sedianya akan dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu. Namun kedua menteri tersebut batal hadir.

Selain Gusti Kanjeng Ratu Hemas, diskusi juga dinarasumberi Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Azimah Subagyo dan Anggota Komisi IX DPR Endang Sarwan Hamid.

Selain itu juga Deputi Bidang Pengarusutamaan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulikanti Agusni, Ketua Umum Yayasan Perempuan Merah Putih Mandiri Eryani Husein, Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Niken Widiastuti, dan perwakilan dari Sari Ayu, Wulan Tilaar. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>