Wednesday, August 20, 2014
Breaking News

Petani Diwanti-wanti Bebaskan Tembakau dari Plastik

Pelatihan mengolah limbah plastik di Balai Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber Rabu pagi (1/5). (Foto:AFTA)

Pelatihan mengolah limbah plastik di Balai Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber Rabu pagi (1/5). (Foto:AFTA)

SUMBER, MataAirRadio.net - Ratusan petani tembakau mengikuti Gebyar Tanam 2013 di Lapangan Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber, Rabu (1/5) pagi. Pada kesempatan itu, mereka diwanti-wanti agar membebaskan tembakau dari non tobacco related materials atau NTRM terutama plastik.

Manajer Area PT Sadhana Arifnusa Dedi Kusmayadi mengatakan, sampah di luar tembakau terutama plastik menjadi fokus utama pihaknya dalam menjaga kualitas. Petani terancam tidak mendapatkan harga terbaik, jika tembakaunya tercampur plastik atau material lainnya.

Dedi menjelaskan, upaya untuk mewujudkan “zero” plastik pada tembakau petani Rembang dilakukan sejak pembibitan hingga penanganan panen dan pascapanen.

Khusus untuk penanganan panen, petani diwajibkan membalut lembaran daun tembakau dengan menggunakan karung goni. Demikian juga ketika saat pemeraman, pengeringan, hingga pengemasan tembakau rajangan, petani diminta tidak memanfaatkan plastik.

Dalam paparannya, Dedi meminta petani agar menggunakan pestisida secara tepat dan benar. Jika pun disemprotkan, maka petani perlu mempertimbangkan waktu yang tepat yakni pada pagi hari antara pukul 07.00-10.00 WIB atau pada pukul 15.00-16.00 WIB.

Dedi juga menganjurkan petani untuk mendaur ulang botol atau bekas kemasan pestisida. Menurutnya, botol bekas pestisida yang dibuang secara sembarangan bisa berdampak tidak baik bagi lingkungan.

Jika pestisida yang dipakai masih tersisa, perwakilan PT Sadhana Arifnusa ini pun menganjurkan petani agar membuat tempat khusus atau kotak pestisida untuk mengamankannya dari jangkuan anak-anak.

Sementara itu, Asisten II Sekda Kabupaten Rembang Supraja juga mewanti-wanti, menanam tembakau itu seperti merawat bayi. Karena itu jika petani telah memutuskan menanam tembakau, maka pihaknya berharap agar ditekuni secara maksimal.

Ia menegaskan, jika sukses, maka pertanian tembakau bisa mendatangkan banyak penghasilan bahkan kekayaan, namun jika tersandung cuaca, petani bisa menderita kerugian lumayan. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>