Friday, July 25, 2014
Breaking News

Penanganan Pertanian di Rembang Masih Tertinggal

HKRB dan IPB mengadakan acara Canvassing 2013 yang digelar di Balai Kartini Rembang.

HKRB dan IPB mengadakan acara Canvassing 2013 yang digelar di Balai Kartini Rembang.

REMBANG – MataAirRadio.net, Himpunan Keluarga Rembang di Bogor (HKRB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan acara Canvassing 2013 yang digelar di Balai Kartini Rembang, Selasa (29/1) pagi. Kegiatan ini merupakan sosialisasi dan informasi perguruan tinggi yang dikemas dalam acara IPB Fair 2013.

Aloysius Boris Ronycahya, Ketua Panitia IPB Fair 2013 ketika dihubungi reporter MataAir Radio mengungkapkan, di samping sosialisasi tentang perguruan tinggi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para pelajar tentang arti pertanian secara luas, karena selama ini pertanian hanya dipahami dengan kegiatan mencangkul ataupun mengolah sawah semata.

Kegiatan yang bertajuk “Karya Nyata Generasi Muda untuk Pertanian Indonesia” ini diikuti sekitar 300 peserta, baik dari siswa maupun guru dari berbagai sekolah di tiga kabupaten, yakni Rembang, Blora dan Pati.

Aloysius Boris Ronycahya, mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB ini pun berpendapat, penanganan pertanian di Kabupaten Rembang masih tertinggal.

Menurutnya, Rembang adalah salah satu kabupaten yang banyak potensi di bidang pertanian dan perikanan. Namun dalam prakteknya, selama ini dua bidang tersebut belum mampu digarap secara maksimal.

Alumnus SMA Negeri 1 Rembang yang tinggal di Desa Kabongan Kidul ini menjelaskan, pengembangan sektor perikanan di Jawa Tengah khususnya Rembang, masih jauh tertinggal dari Jawa Timur.

Ia berkeyakinan, jika sektor perikanan di Kabupaten Rembang dikelola dengan serius dan sehat, bukan tidak mungkin kabupaten ini akan berada di atas Jawa Timur.

Aloysius pun mengajak kepada generasi muda Rembang yang saat ini tengah belajar di luar daerah, agar kelak ilmu yang telah didapat bisa diapresiasikan dan diaplikasikan untuk membangun tanah kelahirannya.

Ketua Himpunan Keluarga Rembang di Bogor, Hadi Munarko menambahkan, HKRB akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada para siswa agar terus belajar dan menuntut ilmu, khususnya ilmu pertanian. (Wahyu Salvana)

One comment

  1. BEDEBAH OH NEGRIKU

    Rembang adalah daerah pegunungan/bebatuan tua di daerah jawa tenagah pantura
    Rembwng merupakan DAERAH TERBELAKAN DARI SELURUH KOTA PANTURA DI PULAU JAWA
    lantas apa solusi untuk kemajuan pertanian dan yang lainnya di rembang
    Tanah pertanian perkebunan banyak di biarkan nganggur tak dui garap alias di tinggal merantaui
    dengan alasan nyambut gawe tani ORA SUMBUT DENGAN BIAYA YANG DI KELUARKAN

    klo kita melirik negara tetangga misalnya malaysia ,thailand. kenapa pertanian membanggakan/SUMBUT/MENGUNTUNGKAN??????? itu semua karena pemerintah sangat peduli dengan pengendalian harga bibit maupun pupuk,pakan ayam dll
    cobs bayangkan ayam di Malaysia itu hanya sekitar 13.000 rupiah perkilo bayangakan???????
    pertanda hancurnya negri BEDEBAH yang telah di setir 100% oleh kaum KAPITAKIS dan negri BEDEBAH tidak bisa apa apa
    intinya yang salah bukan sispa-siapa jangan saling nyalahkan
    yang salah adalah sistem di negri bedebah yang 100% kapitalistis LIberalistik yang telah di elus elus oleh DEMOKRASI sehingga perkembangan KAUM KAITALISM menjadi merajalela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>