Thursday, July 24, 2014
Breaking News

Bisri Adib : Pendidikan Karakter Terbentur Tayangan Televisi

Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net - Pendidikan karakter memang getol didengungkan oleh Pemerintah. Namun pendidikan karakter dinilai belum sejalan dengan semua kebijakan Pemerintah, terutama yang berkaitan dengan informasi. Demikian menurut tokoh muda pesantren, Bisri Adib¬† Hattani saat berbicara pada kuliah umum STIE YPPI Rembang bertajuk “Perguruan Tinggi sebagai Pelopor Pendidikan Antikorupsi dan Karakter” di Balai Kartini, Kamis (17/10) siang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menurutnya, kerap kali berbicara seputar pendidikan karakter, namun di sisi lain, jam tayang siaran televisi tidak dibatasi. Mendikbud sering pula berbicara tentang tanggung jawab yang merupakan bagian dari pendidikan karakter, namun lupa dengan kebijakan mematikan televisi sebelum jam 12 malam.

Menurutnya, karakter itu terbentuk karena informasi yang mengendap dan mendapatkan pembenarannya di otak. Dan begitu pembenaran itu terjadi, maka reaksi dari informasi itu muncul; direspon dengan sebatas pengetahuan atau menjadi hikmah. Tayangan televisi cenderung membentuk persepsi dan memengaruhi gaya hidup di masyarakat. Dan dilihat dari kenyataan itu, Adib menilai, belum adanya keseragaman dalam arah pendidikan karakter yang dirumuskan Pemerintah.

Sementara itu, Sri Layla Wahyu Istanti, Ketua Panitia Kuliah Umum itu menjelaskan, pendidikan antikorupsi dan karakter merupakan dua isu yang perlu ditanamkan kepada generasi muda bangsa ini, tak terkecuali kepada mahasiswa.

Dia mengaku miris dengan maraknya kasus korupsi yang melibatkan para pejabat di sektor penting, seperti di Mahkamah Konstitusi dan instansi lain. Menurutnya, mereka yang terseret kasus korupsi hampir semuanya pernah mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi.

Layla berpendapat, kejahatan korupsi itu berawal dari karakter. Pada pejabat yang demikian, perlu ditilik aktivitasnya selama menuntut ilmu di perguruan tinggi, termasuk bagaimana karakter mereka. Ia menegaskan, pendidikan karakter perlu ditanamkan kuat di kalangan mahasiswa yang merupakan penggerak perubahan.

Kuliah umum siang itu dihadiri oleh sekitar 700 mahasiwa STIE YPPI Rembang dari berbagai tingkat semester, kecuali semester akhir. Pada acara tersebut disampaikan pula penyerahan beasiswa kepada 21 orang mahasiswa kampus tersebut. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>