Friday, April 18, 2014
Breaking News

Pembeli Dari Wonosobo dan Tembanggung Bidik Tembakau Non-Kemitraan

Tembakau Marem di Rembang. (Foto: Pujianto)

REMBANG, mataairradio.net – Tembakau yang dikembangkan para petani di Kabupaten Rembang di luar kemitraan dengan PT Sadana Arifnusa, mulai dibidik pembeli dari luar daerah.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, Maryono kepada suarararembang.net, Rabu (5/9), mengungkapkan, pembeli yang mulai bergerilya ke petani-petani non kemitraan itu berasal dari Wonosobo dan Temanggung.

“Sudah sepekan terakhi ini mereka (pembeli dari luar daerah, red.) bergerilya. Sasaran mereka jelas yakni ke petani-petani yang tidak menjalin kemitraan dengan PT Sadana Arifnusa,” katanya.

Menurut Maryono, kemampuan harga beli para pembeli dari luar daerah itu relatif rendah. “Jika PT Sadana saat ini sudah membeli tembakau dengan harga rata-rata Rp30.000 per kilogram (harga tergantung spesifikasi, red.), mereka baru mampu membeli di bawahnya,” kata Maryono tanpa menyebut berapa tingkat harga pembelian pembeli dari Wonosobo dan Temanggung itu.

Tak hanya itu, lanjut dia, pembeli dari Wonosobo dan Temanggung juga hanya membeli daun tembakau dalam kondisi masih basah. “Mereka tidak membeli tembakau dalam kondisi sudah rajangan, tetapi daun basah,” katanya.

Maryono menjelaskan, pembelian tembakau dengan daun basah cenderung tak menguntungkan petani. “Petani menjadi tidak tahu secara pasti, daun tembakau itu nanti menjadi masuk dalam spesifikasi apa. Petani tidak bisa memetik pelajaran,” katanya.

Secara khusus ia berpandangan, meski harga tembakau rata-rata pada musim panen tahun ini sedikit turun dibandingkan pada tahun lalu, harga tembakau yang dikembangkan dengan kemitraan terbilang masih lebih menguntungkan.

“Kalau mengandalkan harga pasar saja, rasanya petani tembakau akan semakin berteriak tentang harga murah. Namun demikian, kami masih akan berupaya mencarikan harga terbaik atas tembakau-tembakau yang dikembangkan di luar kemitraan,” tandasnya.

Seperti diketahui, selain 1.000 hektare luasan tembakau yang dikembangkan oleh petani mitra PT Sadana Arifnusa, ada sekitar 500 hektare luasan tembakau yang dikembangkan di luar kemitraan.

Karena di luar kemitraan, jenis tembakau yang dikembangkan petani non-mitra pun tidak sama. Karena tidak sama, PT Sadana Arifnusa memastikan tidak akan membeli tembakau petani non-mitra tersebut. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>