Thursday, July 31, 2014
Breaking News

Penerapan Kurikulum 2013 Madrasah Dikhawatirkan Molor

Muh Zen Adv, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah. (Foto:Wahyu)

Muh Zen Adv, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net - Penerapan kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama, seperti madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah, dikhawatirkan molor. Kementerian Agama memang telah menyatakan, penerapan kurikulum 2013 akan mulai diterapkan pada tahun 2014.

Namun Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Muh Zen Adv yang dihubungi pada Selasa (30/7) pagi mengatakan, rencana tersebut berkemungkinan tertunda apabila tidak segera ada koordinasi di internal Pemerintah Pusat.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu duduk bersama dengan Kementerian Agama untuk merumuskan kebijakan secara lebih khusus terkait penerapan kurikulum 2013. Pihaknya tidak meragukan keunggulan konsep kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan tematik dan terintegrasi.

Namun pada tahapan penerapan, dia menilai ada kesan tergesa-gesa, sehingga terdapat banyak kekurangan. Tahun ajaran baru ini saja, di Jawa Tengah baru sekitar lima persen sekolah yang menerapkan kurikulum baru. Itu pun mayoritas adalah bekas RSBI dan sekolah dengan akreditasi A.

Muh Zen menguraikan, koordinasi di internal Pemerintah Pusat diperlukan menyangkut rembugan anggaran dan kebijakan secara makro. Hal ini untuk memastikan bahwa penerapan kurikulum 2013 di madrasah pada 2014, tidak lagi bersifat proyek percontohan, tetapi sudah untuk semua madrasah.

Pihaknya berharap, mumpung masih ada waktu satu tahun, pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, DPR, dan pemegang kebijakan lainnya seperti Departemen Keuangan, perlu segera menggelar rapat dengar pendapat.

Dijelaskannya, rapat dengar pendapat dengan DPR dan Departemen Keuangan dilakukan untuk memastikan tidak adanya anggaran yang dicoret atau diberikan tanda bintang alias tidak disetujui. Zen menegaskan, jika penerapan kurikulum 2013 masih belum diterapkan merata, maka akan terjadi kesenjangan pada kualitas pendidikan antarsatuan pendidikan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nur Syam membenarkan, pihaknya memang belum siap jika harus melaksanakan Kurikulum 2013 pada tahun ini.

Kurikulum 2013 akan diterapkan pada tahun 2014, dan dilakukan secara bertahap. Di MI atau madrasah ibtidaiyah, Kurikulum 2013 diterapkan di kelas I dan IV terlebih dahulu, kemudian di madrasah tsanawiyah (MTs) di kelas VII, serta di madrasah aliyah (MA) di kelas X. (Wahyu Salvana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>