REMBANG – MataAirRadio.net, Enam kecamatan yang berada di tepi Jalur Pantai Utara Jawa Kabupaten Rembang direncanakan menjadi lokasi pengembangan lagi tanaman perkebunan jenis kelapa.
Catatan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang yang dihimpun reporter MataAir Radio, Minggu (3/2), tanaman perkebunan jenis kelapa memang pernah moncer di kabupaten ini.
Kepala Bidang Perkebunan Yosophat Susilo Hadi pun menyatakan, dalam sejarah, enam kecamatan di sepanjang Jalur Pantura, sejak Kaliori hingga Sarang pernah dijejali nyiur melambai.
Menurut Susilo, pengembangan kembali kelapa di wilayah kecamatan tepi pantai akan dilakukan mulai tahun ini dengan cara ekstensifikasi. Akan ada tambahan areal baru untuk pengembangan kelapa dan dialokasikan kepada kelompok tani yang bersedia mengembangkannya.
Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi mengaku sadar akan risiko dalam pengembangan kelapa di wilayah tepi pantai.
Risiko utama, menurutnya adalah rebutan lahan pengembangan dengan permukiman warga. Atas risiko ini, Yosophat menyatakan, lokasi pengembangan akan sedikit digeser di wilayah selatan jalan.
Ia menyebutkan jenis kelapa yang bakal dikembangkan adalah jenis dalam, bukan jenis genjah. Alasannya, jika nanti kelapanya sudah tidak produktif, kayunya bisa dipakai untuk keperluan bahan bangunan dan perumahan.
Apalagi, kelapa dalam merupakan jenis kelapa yang selama ini sudah terbukti bisa dikembangkan di wilayah Pantai Kabupaten Rembang.
Tanaman perkebunan jenis kelapa masih tampak lestari di tepi pantai di wilayah Kecamatan Kragan. Itu pun belakangan jumlahnya terus berkurang lantaran bertambahnya permukiman. Perkebunan kelapa milik warga tersebar di beberapa kecamatan seperti Sedan, Pamotan, dan Sulang. (Pujianto)
Berita Rembang Terbaru dari MataAir Radio 105.1 FM Jernih, Menginspirasi
lama lama berita di website ini kaya kepanjangan tangan dari Pemda Rembang. narasumbernya kok kebanyakan pejabat Pemda Rembang. apa blog ini juga punya Pemda Rembang? thanks