Wednesday, July 30, 2014
Breaking News

Kajari Tak Ambil Pusing Laporan Bupati ke Jamwas

REMBANG, MataAirRadio.net - Kejaksaan Negeri Rembang menyatakan tidak mengambil pusing langkah Bupati Mochammad Salim dan orang-orang lain yang melaporkan pihaknya ke Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung terkait penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP tahun 2010.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Sudirman Sjarif kepada reporter MataAir Radio, Kamis (14/2) siang bahkan menyatakan, Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung sudah turun dan telah meminta pihaknya melakukan ekspos perkara dugaan korupsi tersebut di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Ekspos perkara dugaan korupsi pengadaan buku ajar dengan tersangka Bambang Joko Mulyono telah dilakukan di depan Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung dan Kejati Jawa Tengah awal pekan ini.

Menurut Sudirman, baik Jaksa Agung Muda Pengawasan dan Kejati malah mengapresiasi penanganan kasus dugaan korupsi tersebut dan pihaknya diminta meningkatkan serta melanjutkan penanganannya.

Apalagi, selain menemukan dugaan penyimpangan pengadaan buku muatan lokal, pihaknya juga mendapati pengadaan buku pengayaan yang amburadul. Sudirman menegaskan, pihaknya mengintensifkan pemeriksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Sudirman Sjarif menyatakan, pihaknya akan segera menyelesaikan berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP tahun 2010 dengan tersangka Bambang Joko Mulyono dan melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor Semarang paling lambat April mendatang.

Secara khusus, pihaknya menanggapi tudingan kuasa hukum Bambang Joko Mulyono yang menyebut bahwa hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan atas Pelaksanaan APBD 2011 tidak menemukan adanya kerugian negara atas pelaksanaan DAK tahun 2010.

Menurut Sudirman, audit rutin BPK yang digelar setiap tahun itu dilakukan tidak dengan penyesuaian petunjuk teknis, sedangkan audit kerugian negara dilakukan oleh BPK atau BPKP dengan dasar petunjuk teknis. Sehingga belum tentu ketika audit rutin pelaksanaan anggaran dikatakan klop, tetapi saat dilakukan audit kerugian negara klop juga.

Seperti diberitakan, Bupati Rembang Mochammad Salim, melaporkan oknum Jaksa Kejaksaan Negeri Rembang ke Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan (Jamwas) pada Jumat 1 Februari lalu terkait kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar yang menyeret pejabat pembuat komitmen atau PPK Bambang Joko Mulyono.

Ketika itu Salim mempertanyakan belum adanya hasil audit BPKP yang menyatakan adanya kerugian negara, namun Bambang Joko sudah ditahan. Penahanan terhadap Bambang Joko Mulyono ini diakui Salim telah menyebabkan yang pejabat lain tidak berani menjadi PPK dalam suatu proyek. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>