Wednesday, April 16, 2014
Breaking News

Mau Nyalon Kades di Rembang? Ini Perubahan Aturannya

Tanda gambar pada surat suara dalam pilkades secara serentak di Kabupaten Rembang, direncanakan diubah dari gambar palawija menjadi foto diri calon kepala desa.

Tanda gambar pada surat suara dalam pilkades secara serentak di Kabupaten Rembang, direncanakan diubah dari gambar palawija menjadi foto diri calon kepala desa.

REMBANG, MataAirRadio,net - Tanda gambar pada surat suara dalam pilkades secara serentak di Kabupaten Rembang, direncanakan diubah dari gambar palawija menjadi foto diri calon kepala desa. Namun sampai dengan Sabtu (24/8) pagi, rencana tersebut masih belum menjadi kesepahaman di tingkat pemkab dan DPRD setempat.

Asisten I Sekda Rembang Subakti mengatakan, rencana tersebut merupakan satu dari empat hal yang diusulkan dalam Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa.

Menurut Pemkab, usulan perubahan tanda gambar pada surat suara tersebut ditempuh agar ada kemajuan dalam penyelenggaraan pilkades. Hanya saja, dia mengakui akan ada kendala apabila rencana tersebut direalisasikan. Biaya pengadaan surat suara dengan gambar foto calon cukup tinggi. Proses pencetakannya pun memerlukan waktu lama.

Subakti juga mengatakan, selain akan mengubah tanda gambar, dalam raperda anyar nanti, seorang perangkat desa yang akan maju mencalonkan diri sebagai kades, tidak perlu mundur dari jabatannya alias cukup izin kepada atasan. Sedangkan warga yang bisa memberikan hak pilihnya, tidak harus yang tercantum dalam daftar pemilih tetap, tetapi adalah warga yang ber-KTP desa setempat.

Asisten I Sekda Rembang menambahkan, pada aturan yang baru nanti, pemberhentian kepala desa harus disertai usulan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Selama ini atau pada aturan sebelumnya, ketentuan tersebut tidak disebutkan jelas.

Demikian juga dengan penjabat sementara (Pj) kepala desa. Seorang Pj hanya diperbolehkan bertugas paling lama enam bulan dan sebelum masa tugasnya habis sudah harus diselenggarakan Pilkades. Aturan lama tidak mengaturnya, sehingga seperti di Desa Bajingjowo Kecamatan Sarang, keberadaan penjabat sementara kepala desa bertugas untuk waktu yang berlarut-larut.

Mengenai persyaratan pendidikan calon kades yang tetap minimal SMP, Subakti mengatakan, ketentuan undang-undang di atasnya tidak mengharuskan untuk diubah. Apabila pemkab memaksa mengubahnya, khawatir menentang peraturan yang lebih tinggi.

Seperti diketahui, 251 desa di Kabupaten Rembang akan menyelenggarakan pemilihan kepala desa secara serentak pada bulan November mendatang. Namun pilkades serentak akan dibagi dalam tiga zona; timur, barat, dan tengah. Untuk bagian timur, pilkades serentak digelar 12 November 2013, tengah; 13 November 2013, dan barat; 14 November 2013. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>