Tuesday, September 30, 2014
Berita Terbaru
Home > Headline > Direpotkan Berkas, Guru Sertifikasi Korbankan Tugas Mengajar

Direpotkan Berkas, Guru Sertifikasi Korbankan Tugas Mengajar

Ilustrasi

Ilustrasi

REMBANG, MataAirRadio.net - Sejumlah guru penerima sertifikasi di Kabupaten Rembang mengorbankan tugasnya mengajar karena direpotkan dengan pengajuan pencairan tunjangan sertifikasi yang harus melampirkan bermacam-macam berkas.

Kepala SMA Negeri Sumber Suhardi kepada reporter MataAir Radio, Selasa (14/5) siang mengatakan, berkas untuk pengajuan pencairan tunjangan sertifikasi nyaris sama pada setiap kali periode penerimaan, kecuali surat keputusan penetapannya mengalami perubahan atau ada mutasi rekening.

Ia pun mengaku direpotkan dengan persyaratan semacam itu, meski pihaknya sudah menunjuk satu orang perwakilan yakni Wakil Kepala Sekolah guna mengurus berkas pengajuan pencairan tunjangan sertifikasi bagi 12 guru di sekolahnya.

Mestinya menurut dia, Pemerintah Pusat mengubah teknik penggelontoran tunjangan sertifikasi yaitu langsung ke rekening guru yang bersangkutan.

Saat ini, tunjangan sertifikasi memang langsung disalurkan ke rekening guru namun melalui mekanisme kas daerah, sehingga melahirkan adanya banyak berkas dan berpotensi pada ditinggalkanya tugas mengajar meski hanya beberapa jam.

Kaswadi, seorang guru SD Negeri 2 Sale yang ditemui saat mengantre pelayanan di Bank Jateng mengaku sudah mengajukan izin kepada pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Sale atas ditinggalkannya tugas di sekolah untuk mengurus berkas salah satunya legalisasi rekening dari pihak bank.

Ia dan seorang rekannya ditunjuk sebagai koordinator oleh rekan sesama guru tingkat SD di Kecamatan Sale yang menerima tunjangan sertifikasi. Kaswadi menyebutkan, dirinya mengurus 25 berkas untuk BRI dan 40 berkas di Bank Jateng.

Menurutnya, untuk mengurus berkas sebanyak itu, dirinya memerlukan waktu satu hari dan atas pekerjaan di sekolah yang ditinggalkan ia mengaku sudah menyikapinya dengan meninggalkan tugas untuk siswa.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Dandung Dwi Sucahyo mengatakan, sebenarnya tidak perlu ada yang direpotkan apabila para guru bisa menggunakan waktu dengan baik, misalnya di sela waktu ketika tidak mengajar.

Tentang beberapa berkas yang sama, Dandung menjelaskan bahwa itu memang persyaratan yang ditentukan dari Pusat. Jika pun ada yang mengusulkan perubahan mekanisme penyaluran, pihaknya mempersilakan namun kewenangan tetap berada di tangan Pemerintah.

Ia menambahkan, tunjangan sertifikasi tidak melekat pada gaji sehingga pembayarannya dilakukan dengan syarat-syarat tertentu sehingga pemutakhiran kelengkapan persyaratan diperlukan. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>