Friday, April 25, 2014
Breaking News

BPKP Terkesan Ulur Waktu Beber Kerugian Negara

Kasus Buku Ajar.

Kasus Buku Ajar.

REMBANG, MataAirRadio.net - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah belum juga membeber hasil perhitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP 2010. Padahal, masa penahanan dalam tahapan proses penyidikan terhadap Bambang Joko Mulyono, tersangka dalam kasus ini, sudah akan habis pada 15 Mei mendatang.

Kepala Seksi Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Rembang Ali Mukhtar kepada reporter MataAir Radio, Kamis (9/5) siang mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali berupaya mengonfirmasikan kapan hasil perhitungan kerugian itu akan dirilis.

Namun menurut Ali, pihaknya hanya mendapatkan janji dari BPKP Jawa Tengah yang baru akan merapat ke Rembang pada Senin 13 Mei mendatang. Akan tetapi, apakah kedatangan BPKP ini sudah lengkap dengan dokumen hasil perhitungan kerugian negara atau belum, ia belum bisa memastikan.

Terkait dengan masa penahanan terhadap tersangka, Ali menjelaskan, memang penahanan dalam masa penyidikan akan habis pada 15 Mei mendatang. Namun pihaknya optimitistis sebelum tanggal itu, berkas sudah akan dilimpahkan ke tahap penuntutan dan secara otomatis tersangka akan tetap di tahan untuk waktu 20 hari di masa penyusunan tuntutan.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo mengatakan, patut dicurigai adanya permainan di tingkat BPKP atas tidak segera dibebernya hasil kerugian negara dalam kasus pengadaan buku ajar ini.

Ia pun menilai, sejauh yang dipantaunya, Kejaksaan Negeri Rembang memang sudah cukup serius menangani kasus yang bersumber dari belanja dana alokasi khusus 2010 ini. Pihaknya meminta Kejari Rembang lebih proaktif komunikasi dan mendesak BPKP.

Bambang pun mengaku optimistis dengan kinerja aparat Kejaksaan Negeri Rembang, meski spekulasi bakal ada surat perintah penghentian penyidikan atau SP3 kasus ini, mulai bermunculan.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Sudirman Sjarif mengungkapkan, besarnya kerugian negara diyakini akan mencapai enam kali lipat dari Rp654 juta yang mengemuka sebelumnya.

Kejaksaan Negeri Rembang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan buku ajar untuk SD dan SMP 2010 dengan tersangka mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Bambang Joko Mulyono.

Bambang yang telah ditahan sejak 16 Januari 2013 merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK pengadaan buku ajar yang nilainya Rp5,3 miliar untuk SD dan Rp2,5 miliar untuk SMP. (Pujianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>