Thursday, October 2, 2014
Berita Terbaru
Home > Headline > Abrasi Cerbung Melunak Saat Musim Baratan

Abrasi Cerbung Melunak Saat Musim Baratan

Abrasi pantai Cerbung mengganas saat musim timuran.

Abrasi pantai Cerbung mengganas saat musim timuran.

SARANG – MataAirRadio.net, Warga Dusun Cerbung Desa Temperak Kecamatan Sarang hanya merasa aman dari abrasi ketika berlangsung musim baratan seperti sekarang.

Abrasi mengganas saat musim timuran. Sementara penambahan batu pemecah gelombang atau breakwater beberapa waktu sebelumnya, diharapkan bakal cukup efektif ketika ombak musim timuran segera menyapa.

Jamaludin, seorang warga Dusun Cerbung kepada reporter MataAir Radio, Jumat (8/2) pagi mengatakan, tinggi gelombang pada baratan kali ini tidak seperti musim sebelumnya.

Hanya, menurut Jamaludin, gelombang masih tetap masuk di beberapa bagian permukiman warga terutama sebelah barat dusun dekat lokasi makam.

Jamaludin menyebutkan, batu pemecah gelombang yang terakhir dipasang hanya memanjang sekitar 70 meter dari timur ke barat. Meski demikian, penambahan batu tersebut menurutnya lumayan membantu menahan gelombang agar tidak masuk seluruhnya ke permukiman warga.

Sementara itu Kepala Dusun Cerbung, Muhadi saat dikonfirmasi menyatakan hal senada. Menurutnya sebagian kecil permukiman warga Cerbung tetap diterjang gelombang, meskipun pemasangan batu tambahan sudah dilakukan.

Namun, berbeda dengan Jamaludin, wilayah yang paling sering menjadi sasaran gelombang, justru bagian timur dusun, bukan bagian barat.

Muhadi menyebutkan, ketinggian batu pemecah gelombang terutama bagian timur tergolong kurang ideal. Kondisi itu yang menyebabkan gelombang tetap masuk permukiman dan rentan menimbulkan abrasi susulan.

Abrasi yang menggerus Pantai Dusun Cerbung Desa Temperak Kecamatan Sarang akan kembali dijinakkan tahun ini. Namun, kali ini tidak oleh Pemerintah Kabupaten Rembang, tetapi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penanganan abrasi Pantai Cerbung akan dilakukan dengan membuat sabuk pantai sepanjang 120 meter. Kali ini, angggaran yang akan digelontorkan untuk membangun sabuk dengan ketinggian dua meter tersebut mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.

Start pembangunan direncanakan pada April 2013, karena saat ini administrasi terkait proses pelelangan di tingkat provinsi belum beres. (Ilyas Almustofa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>