Thursday, August 21, 2014
Breaking News

Dua Sungai Meluap, Pantura Lasem Macet Enam Jam

Arus lalu lintas di Jalur Pantura Lasem macet dipicu oleh meluapnya air dari Sungai Patihan dan Sendangasri. (Foto:AFTA)

Arus lalu lintas di Jalur Pantura Lasem macet dipicu oleh meluapnya air dari Sungai Patihan dan Sendangasri. (Foto:AFTA)

LASEM, MataAirRadio.net - Arus lalu lintas di Jalur Pantura Lasem macet selama enam jam sejak Kamis (18/4) petang sekitar pukul 18.30 WIB. Kemacetan dipicu oleh meluapnya air dari Sungai Patihan dan Sendangasri sehingga merendam badan jalan sepanjang dua kilometer.

Berdasarkan pantauan reporter MataAir Radio di lokasi, ketersendatan arus ini terjadi hingga Jumat (19/4) dini hari. Tumpukan kendaraan mengular hingga sekitar sepuluh kilometer.

Kendaraan yang melaju dari arah barat atau dari arah Semarang mengular hingga masuk kawasan Desa Tritunggal Kecamatan Rembang. Sementara arus lalu lintas dari arah timur atau dari arah Surabaya, tersendat hingga memasuki kawasan Desa Binangun Kecamatan Lasem.

Haryanto (42), seorang warga asal RT 1 RW 1 Desa Sendangasri Kecamatan Lasem, saat ditemui reporter radio ini mengatakan, meluapnya Sungai Patihan dan Sungai Sendangasri akibat dari hujan deras yang mengguyur selama satu jam sejak Kamis (14/4) sore sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Banjir kiriman dari daerah lain seperti Desa Gowak Kecamatan Lasem, Desa Warugunung Kecamatan Pancur, maupun Kecamatan Pamotan juga menjadi pemicu meluapnya air di dua sungai tersebut. Haryanto menyebutkan, desanya memang menjadi langganan banjir.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Rembang segera melakukan perbaikan atau normalisasi dua sungai itu karena sudah mengalami pendangkalan.

Salah seorang warga yang rumahnya sempat terendam banjir, Arif Dimyati (37) mengatakan, ketinggian air di sekitar rumahnya mencapai setengah meter. Namun di sekitar kawasan sempadan Sungai Patihan ketinggian air mencapai satu meter, sehingga menyebabkan mobil-mobil pribadi tidak berani melintas karena takut mengalami macet mesin.

Warga RT 10 RW 1 Desa Soditan Kecamatan Lasem itu juga menduga banjir kali ini disebabkan oleh pendangkalan cukup parah di Sungai Patihan dan Sungai Sendangasri. Apalagi lebar dan kedalaman dari dua sungai tersebut tak cukup memadai.

Arif Dimyati menyebutkan, sedikitnya ada delapan rumah warga yang terendam banjir malam itu. Sejumlah warung di sepanjang Jalur Pantura Sedangasri pun tak luput dari genangan air. Selain itu, arus air yang cukup deras menghanyutkan jembatan bambu milik warga sekitar.

Meluapnya Sungai Patihan dan Sungai Sedangasri ini juga terpantau merendam area persawahan dan tambak milik warga di Desa Dasun Kecamatan Lasem. Pada Jumat (19/4) pagi, para pemilik tambak sibuk memasang jaring agar bandeng yang mereka budidayakan tidak lolos ke saluran. Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan tengah mengkaji penanganan bencana banjir tersebut. (Afta Ahmad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>