Saturday, July 26, 2014
Breaking News

Limbah Deterjen Antarkan Mahasiswa Ini ke Malaysia

 Sigit Harya Hutama, seorang mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta asal Rembang belum lama ini mengikuti kompetisi bergengsi di Malaysia. (FOTO:Dok. Sgit)

Sigit Harya Hutama, seorang mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta asal Rembang belum lama ini mengikuti kompetisi bergengsi di Malaysia. (FOTO:Dokumen Sigit)

REMBANG, MataAirRadio.net - Sigit Harya Hutama, seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret atau UNS Surakarta asal Rembang belum lama ini mengikuti kompetisi bergengsi di Malaysia. Inovasinya memanfaatkan limbah deterjen dan abu sekam padi dengan perlakuan elektrokimia mengantarkan Sigit dan kawan-kawan ke Chemical Engeenering Car Competition di Selangor Malaysia, 8-9 April 2013.

Saat berbincang dengan reporter MataAir Radio, Minggu (28/4) pagi, Sigit menuturkan ide tersebut merupakan lanjutan hasil penelitiannya ketika masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Rembang.

Saat itu, karya Sigit juga pernah diunjukkan dalam lomba inovasi teknologi lingkungan di Institut Teknologi Surabaya (ITS) serta menjadi salah satu dari 10 finalis di ajang itu. Ia menyebutkan, limbah cair dan serbuk itu menjadi sumber energi dengan perlakuan elektrokimia dan reaksi-reaksi tertentu.

Diterangkannya, energi listrik dihasilkan dengan cara mencampur abu sekamp padi dengan abu arang dalam baterai bekas. Sementara cairan limbah deterjen berfungsi sebagai penyaringnya. Di Malaysia, energi listrik dihasilkan itu digunakan untuk menggerakkan prototipe mobil mainan.

Sigit menambahkan, meskipun timnya belum mampu tampil sebagai juara di Malaysia, namun baginya bisa tampil di ajang itu saja sudah merupakan start atau awal yang bagus.

Pihaknya berjanji akan lebih fokus lagi mengembangkan penelitiannya yang bertajuk “Potensi Rashbery dengan Perlakuan Penambahan Limbah Deterjen sebagai Energi Listrik Terbarukan”.

Apalagi, tentang daya tahan baterai itu memang masih memerlukan lagi penelitian. Arus listrik sebesar 1,45 volt yang dihasilkan dari reaksi kimia itu terhitung masih lemah.

Di ujung perbincangan, Sigit yang tinggal bersama kedua orang tuanya di RT 1 RW 3 Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang bermimpi memproduksi hasil penelitiannya itu agar bisa diaplikasikan di kehidupan bermasyarakat.

Secara khusus dirinya menyatakan, kendati barang bekas, namun jika dimanfaatkan dan disentuh dengan ilmu maka akan menjadi barang bernilai. Hasil penelitiannya itu juga diklaim sebagai aksi “go green” peduli lingkungan. (Wahyu Salvana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>