Tuesday, July 29, 2014
Breaking News

Bupati Rembang Mochammad Salim Mulai Diadili

Ratusan perempuan yang mengatasnamakan Perempuan Rembang Peduli Bupati menggelar aksi di depan Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (18/2) pagi.

Ratusan perempuan yang mengatasnamakan Perempuan Rembang Peduli Bupati menggelar aksi di depan Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (18/2) pagi.

REMBANG, MataAirRadio.net - Bupati Rembang Mochammad Salim, Selasa (18/2) pagi mulai diadili terkait kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemkab ke PT RBSJ (Rembang Bangkit Sejahtera Jaya) tahun 2006-2007 sebesar Rp35 miliar.

Salim duduk sebagai terdakwa di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang. Dia disidangkan di bawah pimpinan hakim Dwiarso Budi Santiarto dan dua hakim anggota Erintuah Damanik dan Agus Priyadi. Salim didampingi tiga kuasa hukum, namun tanpa Edy Heryanto.

Koordinator Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo, mengaku memantau proses sidang terhadap Salim. Bambang selama ini dikenal aktif menyuarakan kasus dugaan korupsi yang membelit orang nomor satu di Rembang ini.

Menurutnya, Salim tiba di Pengadilan Tipikor dengan mengenakan baju batik namun dibalut rompi tahanan warna oranye milik Kejati Jawa Tengah. Jaksa mendakwa Salim dengan Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kepada wartawan di Semarang, Mochammad Salim masih kukuh mengaku heran terkait alasannya tersangkut kasus ini. Dia mengklaim menguntungkan negara, tetapi malah didakwa merugikan negara.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Gatot Paeran mengatakan, begitu Mochammad Salim menjadi terdakwa, maka tugas dan fungsi Bupati secara otomatis berganti diemban oleh Wakil Bupati. Soal tanda tangan pun tidak perlu wira-wiri Semarang-Rembang lagi.

Dalam hal ini, Gubernur Jawa Tengah juga bisa mengusulkan pemberhentian sementara Salim sebagai Bupati Rembang. Namun menurut dia, pihaknya belum perlu mendesak Gubernur, karena secara prosedur, begitu Bupati menjadi terdakwa, pemberhentian sementara diproses.

Menurut Jaksa, kasus dugaan korupsi tersebut berawal dari keinginan Bupati Salim untuk mendirikan Badan Usaha Milik Daerah bernama PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang sebelumnya bernama Rembang Sejahtera Mandiri (RSM).

Sebagai modal awal, PT RBSJ membutuhkan setoran modal awal Rp25 miliar yang berasal dari APBD. Bupati memerintahkan Kepala Bagian Keuangan Pemkab Rembang Maskuri mentransfer Rp25 miliar untuk modal awal pembentukan BUMD.

Padahal, saat perintah pencairan disampaikan, APBD Kabupaten Rembang tahun 2006 belum disahkan. Tindakan bupati tersebut, menurut Jaksa, menyalahi sejumlah peraturan perundang-undangan. (Pujianto)

3 comments

  1. apakah para perempuan berhijab ini masih layak dikatakan memiliki jiwa-jiwa keperempuannya???? ketika salim terbukti secara nyata dimasyarakat telah merampok dan mengambil semua hak-hak masyarakat dan harga kekayaan dan harta benda rakyatnya!!! salim telah terkbukti membeli gunung dan tanah warga tanpa batas. menguasai laut dan seluruh tataniaga perikanan. menguasai usaha tambang dan memborong semua tanah tambang dengan uang hasil korupsinya. hasil juga telah menumpuk kapal dan dinasti kelautannya dengan kekuasaan yang dimiliki dan masih banyak lagi kejahatan yang dilakukan di rembang. kenapa para perempuan ini telah kehilangan akal sehat dan nurani keperempuannya??? semoga Tuhan menyadarkannya…

  2. korupsi je didukung, ini salah satu tandane kiamat. mendukung kejahatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>